Dan saya berbeda di setiap tempat. Di rumah saya seorang yang tidak tahu terima kasih dan kurang ajar. Saya seenaknya berteriak, memarahi, melempar, merusak semua.
Di sekolah pun berbeda. Saya dengan mudahnya mengucapkan maaf. Terima kasih. Diam. Murung. Marah, tapi kadang-kadang. Tidak selalu seperti ketika di rumah.
Dan saya tidak mengendalikan diri saya sekalipun. Saya bertindak sesuka hati. Mungkin itu sebabnya, kadang saya bertindak tidak masuk akal. Saya tahu ini salah. Tapi saya tetap melakukannya. Karena itu yang hati saya mau.
Kemaren gue ikut Psikotes & TES IQ. Di bagian psikotes, gw banyak yang bingung. Ada pertanyaan. Pilihan jawabannya ; Ya, Kadang-kadang, Tidak.
Di pertanyaan itu, di satu sisi gue akan jawab ya. Tapi gue juga mungkin untuk melakukan 'tidak'
Tapi gue malah pilih Ya, bukannya kadang-kadang.
Semua ngikutin kata hati. Dan sepertinya gue dituntun ke jalan yang salah.
Apa karena gue jarang berdoa, gue nggak tau.
Atau karena gua mengidap penyakit, nggak tau juga -_-
Abis tes itu, gw cerita ke temen gw. Trus dia bilang "Hmmm berarti lo tipe orang bipolar"
Dan gw sama sekali nggak ngerti bipolar apaan. Trus gw googling. Shit. Ternyata itu penyakit. Disorder.
Gw liat symptomps2nya apa aja....... Dan... Crap. Cocok.
Gw bisa jadi gembira berlebihan, dan dalam sekejap gw bisa sedih parah
Gw kayak orang insomnia. Susah tidur. Gw gak butuh tidur lama, tapi gw udh bisa beraktifitas kyk biasa keesokan harinya.
Dan suka ngerendahin diri gitu -_-
Trus kalo ngomong bisa cepeeeet banget, tapi kadang terbata2 juga. Itu sih gua banget. Makanya, banyak dr lu yang nggak nangkep kaaan, gue ngomong apa. Huuuuuuuuu bingung ah.
Ada lagi sih, gejala orang yang mengidap bipolar disorder.
Suka berpikiran untuk bunuh diri, dan kadang malah melakukannya.
Kalo untuk yang satu itu. Gue enggak. Mungkin ya, gue depresi sampe ngomong ke Tuhan "Ngapain sih saya dilahirkan? Ngapain saya ada di dunia ini kalau jadinya begini? Kenapa nggak saya mati aja"
Tapi itu dulu. Sekarang mungkin masih kayak gitu, tapi cuma kayak "kenapa sih gue sial terus" Tapi gue nggak pernah bener2 berpikiran untuk bunuh diri. Nggak mau. Gue takut. Dan gue masih menghargai hidup, no matter how shit it is.

